Langsung ke konten utama

Catatan 28 tahun ^^

Setiap pagi...

bagi orang yang bergumul dengan rutinitas sepertiku, bertemu pagi, selalu melakukan rangkaian kegiatan yang tanpa aku sadari sudah seperti tersistem dengan rapi, mulai kelopak mata terbuka, mengerjap-ngerjap, membaca suasana memastikan dengan benar bahwa aku bukan berada di syurga, biasanya ada tanda-tandanya jika di sebelahku ada bongkahan besar mendengkur dengan keras, ku pastikan itu adekku yang sedang tertidur lelap, berarti benar aku masih di kamar ku yang nyaman ini, tempat ku bermunajat, tempatku merenungi nasip, berkeluh kesah, jingkrak bahkan kadang salto kegirangan, pun terkadang menangis bersujud syukur, semua kamarku tau, tak ada yang kurahasiakan dari nya.

Selesai menyetor dan melapor kehadiranku kepada yang Maha Tinggi,  rangkaian kegiatan berikutnya ku pastikan aku akan hilir mudik seperti setrikaan, melakukan ini-itu, tak lupa secangkir kopi yang hangat telah tersaji menemaniku menghabiskan pagi, ku seruput dengan indah, kadang menunggu terang kegiatan berikutnya jari-jari melakukan senam di beberapa senar gitar toska yang hampir usang.. sayup-sayup (takut kedengaran tetangga) suara ku memantul mantul di kosan pengap nan unik itu.. saking uniknya rumah itu ku namakan gringgot (tau kan.. ah masa lupa itu nama Bank yang ada di film hary potter seri 1 yang semua bangunannya miring tak beraturan n di dalamnya di huni oleh para goblin, si goblin sama anehnya ga bersahabat dengan siapapun). karna unik lah rumah itu ku pilih sebagai tempat tinggal... aku memang penyuka keanehan dan perbedaan, aku suka melawan arus dan benci dengan kebiasaan.. 

well...
berikutnya berangkat sekolah, melangkahkan kaki dengan Bismillah.. senyum manis n tegur sapa kanan kiri, para tetangga yang rata-rata nini-nini aki-aki semua, rajin banget dah jalan-jalan pagi.. olah raga. sasaran berikutnya bertemu mamang ojek idola.. tiap hari ga bosan ngantarin sekolah.. "sekolah bu guru!! sapanya ramah... "yup mang... antarin sekolah.. ngebut boleh asal selamat.." tepat di kantor guru aku diturunkan mamang ojek tak kurang satu apapun jua, sehat wal afiat.. tak lupa ku bayar dengan uang lima ribuan selembar.. aku melangkah.. (ga mungkin kan aku cium tangan mamang ojek baru melangkah) aku tak sesantun itu kawan.

Bertemu lagi.. dengan wajah-wajah serupa, muridku yang unik, lucu, menyebalkan, pinter, berbakat, aneh, manja ah komplit semua lengkap di Al Falah kadang mereka mencengangkan, kadang juga bikin ilfeel minta ampun, kadang mereka bikin terharu, kadang mereka bikin senyum geli, kadang kelakuan mereka membuatku mengeluarkan tanduk di jidat, muka merah maraaahhh... kadang mereka bikin adem... hem baru nyadar seluruh hidup selama 4 tahun ini telah tersita oleh mereka. tersita wajah-wajah yang membuatku menjadi berbeda, wajar aku tak sempat berfikir ini itu, wajar aku tak sempat berkarya, banyak waktu hanya dihabiskan untuk mereka, bahkan untuk libur pun aku menjadi tak biasa, libur adalah uring-uringan tak jelas, aku terbiasa setiap jam bersama mereka, melukis begitu banyak warna.

Namun hidup penuh tuntutan, orang-orang mengira aku kesepian, menyedihkan, dan tak ada tempat berbagi hati. Bagi masyarakatku yang ku cintai, usiaku yang hampir kepala 3 (serem amat ya kepala ku) tapi ku yakinkan benar sebenar-benarnya ini pernyataan orang-orang yang ku temui di bis, angkot, ojek, di pasar, bahkan siswaku aku ini ehem.. ehem... terlihat sama seperti anak SMA (jangan protes, yang protes sirik ^^) intinya aku masih terlihat imut, itu kata mereka lo kataku juga he he.

Semua orang menganggap usiaku sudah amat sangat pantas untuk segera menikah, bahkan sebentar lagi kadaluarsa kata emakku. Aku termasuk orang yang keras kepala (iya dung kalo cair ntar meleleh tu kepala) untuk hidupku aku tak suka di atur-atur hidupku adalah hidupku, dan semua adalah penonton. Tunggu info dan kabar saja tak usah repot-repot berkomentar, tak usah khawatir, toh aku baik-baik saja. Tak ada yang diragukan semua sudah ada Allah yang mengatur, kenapa mendesakku. Tanya Allah dong jangan tanya aku kalau mau protes sama Allah dong jangan denganku. Aku hanya seorang hamba yang setiap hari menyerahkan sepenuhnya kepada Allah atas takdirku, semua ku terima mau sakit, senang, susah, kere, lagi banyak duit, lagi berduka, lagi bahagia, semua ku nikmati saja. Setiap hari adalah kesempatan untuk bersyukur dan bahagia. Jadi ku katakan sekali lagi wahai saudaraku aku juga berhak bahagia, jadi harap doakan saja semua kebaikan melimpah untuk kita semua.

ah... tersadar... 
waktuku, hariku, hidupku, hatiku, tlah banyak tersita, baru sadar untuk itu sama sekali aku tak menyesal toh aku bahagia.

"bohong! temanku berkata, 
"pasti ada satu kesempatan kau butuh seseorang untuk berbagi dan seseorang itu bukan sahabat"

aku berusaha berfikir keras, otakku berusaha mencari file data 

"kapan ya aku pernah merasa begitu sendiri" ah mungkin aku terlalu menutupi atau aku terlalu angkuh untuk mengakui, aku berdialog dengan hati dan ini jarang sekali terucap di hati.

aku juga ingin memiliki setengah hati, sehingga melengkapi separuh hati ku yang juga sendiri.. (ya ampun aku bisa puitis)
aku tergelak 28 tahun baru tersadar.. 
terlambat ga tuh??
oke Allah terima proposalku ya.
"pokoknya kalo ada cowok kece n sholeh, baik, ga merokok, rajin potong kuku, buang sampah pada tempatnya, berkelakuan baik (menurutMu ya Allah, bukan dari kepolisian) ah.. boleh lah minta satu Allah ya"

Amin...
(perasaan doaku mirip iklan lowongan kerja deh)





Komentar

  1. hehehe, k yang lucuuuu ya ternyata,,,, kami mau bwat proposal jg aaaah

    BalasHapus
  2. He he bru tau ya! Iya ajuin proposalnya biar Allah segera mengabulkan amin.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Baru yang Sempat Viral Menggunakan Sentuhan modern dan Sulit dipalsukan

Halo teman-teman,  Pernah dengar tentang UPK 75 belum? Oke saya kasih clue sedikit ya, setuju! Tahun 2020 silam, teman-teman di media sosial pada heboh ya meng- update foto uang Rp 75.000; beberapa teman dekat saya pun melakukannya, tapi pada saat itu saya tidak tertarik untuk mengulas lebih lanjut, karena apa? Saya hanya menganggap sesuatu yang viral itu tidak harus latah untuk diikuti. Yap udah bisa menebak ya, saya sedang membicarakan apa? Ya benar saya sedang membicarakan  uang yang diproduksi khusus oleh pemerintah untuk memperingati (commemorative) peringatan kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang kemudian disingkat menjadi UPK 75. Sebagai masyarakat awam, saat itu saya memang mencari tahu sedikit informasi, mengapa pemerintah mengeluarkan uang tersebut, hanya membaca sekilas saya mengambil kesimpulan bahwa uang 75 ribu rupiah yang dikeluarkan pemerintah tersebut (lebih) untuk tujuan koleksi. Alasan saya juga diperkuat setelah melihat perilaku teman-teman yang berhasil

Membuat pizza enak, murah, cocok di lidah orang Indonesia dan Anti Gagal (bahan-bahan yang digunakan dalam bahasa Jerman)

Pagi.. Entah bagaimana caranya supaya sarapan pagi bisa lebih variatif, bosan banget tiap hari makan roti tawar dengan olesan marmalade, atau nuttela, atau nasi goreng. Aku yang tinggal di Jerman ini, tentu lebih pusing sedikit, sepertinya budaya Jajan dan beli sarapan pagi sudah lama aku tinggalkan, semua makanan yang di inginkan harus dibuat sendiri. Ada banyak faktor untuk tidak membeli Jajan, pertama faktor kehalalan, kedua faktor mahal, ketiga rasa yang kadang tidak  sesuai dengan lidah orang Asia. Terpaksa jadi berguru dengan cookpad dan youtube, lalu menyesuaikan dengan ingredient yang ada. Berkali-kali gagal, berkali-kali buang adonan, berkali-kali juga harus mencoba, akhirnya aku menemukan resep yang pas, cepat dibuat, bahannya simpel, dan enak. Sekarang aku mau membagi resep pizza anti gagal dan membuat dough pizza tanpa harus lama, hanya 10 menit bisa membuat pizza tuna mehl, cocok untuk sarapan pagi yang super buru buru. Mari kita coba! Bahan-bahan (ingredient) dought pizza

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,  hamparan putih beterbangan memenuhi ruang mata. Kadang hujan