Langsung ke konten utama

ranger merah with love

Matanya berbinar-binar, pipinya memerah, dan suaranya pelan saat bercerita, ah berbunga sekali, aku dan anggota geng kapak lainnya menyimak dengan seksama.

"iyo kami ketemuan lah beberapo kali, tau dak wok kami tu sempat malu nian waktu ketemuan tu, kami kan jalan mau naik tanggo ruponyo salah tanggo, tanggo mau naik ruponyo, padahal kami mau turun, padahal lah di bilangin dari tadi samo diok tanggo turun sebelah sano, kami ngeyel pulak tu, iii malu nian kami kak.."

"trus..." aku melotot tapi senyum geli.. udah salah pede pula.. wanita memang aneh.
"yo malu lah kami... rencano kami mau cepat lah kak, gek bermaksiat pulo dengan Allah, kan dak boleh lamo-lamo kan kak..."

"jadi... " aku tak sabar,, geng kapak lainnya sama
"yo pengennyo bulan desember tahun ini..."

"udah di bicarakan.. baik-baik dengan keluarga? aku seperti intel

"itu dio kak, adat kami jauh berbeda, orang padang harus di beli artinyo cowok di beli samo cewek, sementara adat sebrang sebaliknyo.. tapi dio ngikut adat sebrang la.. gilo be idak! tapi dio mau ketemu orang tuo kami dulu kak... nyampein niatnyo mau menikahi kami yang chaaaantik ini.. aduh budjang adalah laki-laki yang beruntung...

"huekk....!! kambuh penyakit akut anggota geng kapak.. lagi serius tiba-tiba mual mendengar kata-katanya.

Proses itu terlalu singkat, tapi penuh makna, tak disangka jodoh itu seperti penyakit cacar tak tau sebab tiba-tiba menyerang, tak peduli siap atau tidak, nah itu dia setiap anak yang berproses pasti mempunyai kendala, agar mereka belajar, ima dan budjang juga demikian, kendala terbesar saat proses berkunjung ke rumah calon mertua, budjang salah bicara rupanya, orang tua biasa dengan bahasa sindirian, anak muda terbiasa dengan bahasa lisan, apa yang ada di hati langsung di utarakan, itupun berlaku untuk budjang yang hidup di jaman sekarang, ia mengutarakan sebelum menikah ingin mengajak ima dan keluarga berkunjung ke padang,  BBByarrr.... itu maknanya sama dengan pelecehan bagi orang sebrang.. itu artinya sama dengan perempuan yang melamar pria. luluh lantak lah semua rencana indah yang di susun rapi oleh mereka berdua. singkat cerita keluarga ima, menolak, batal, tak bisa nego. ima menangis, bingung bagaimana cara menyampaikan berita itu kepada budjang yang terlanjur sudah ada dihatinya. takut menyakiti, takut disakiti, tapi ini proses semua kemungkinan bisa terjadi.

aku terdiam saat dia sesenggukan dikamarku, aku menasehatinya semampuku, aku cuma berharap jalan terbaik dari Allah untuk mereka berdua, budjang ke rumahku, wajahnya sumringah senang, berbunga sekali, ingin menemui sang pujaan hati, ingin mendengar jawaban indah. tapi akhirnya mereka saling terdiam, budjang bergetar menahan emosi, ia tertunduk lesu. ima memanggilku, berharap bisa menenangkan. aku bersimpuh duduk di depan mereka berdua, berusaha berbicara selembut terigu, hati-hati.. budjang pulang dengan gontai, langkah kaki tak setegap ketika datang, ima berlari ke kamar, menumpahkan semua yang ada di kamarku, tertelungkup menyembunyikan wajahnya di bantalku yang sudah basah oleh air mata. kami terdiam di sampingnya, ia menguatkan diri bercerita, aku turut merasa duka, aku cuma bisa mengelus pundaknya, lalu aku berlalu, ku cari cangkir terbesar yang ada di rumahku, ku buatlah teh es manis berharap teh es tersebut bisa mencairkan panas di hatinya. lalu aku kembali, ku serahkan teh tersebut, seteguk diseruputnya teh dingin itu.... kemudian dia berkata... "ah wajar budjang begitu kecewa kak, gilo be wanita secantik dan se ayu dirikuh... gitu loh..."

hah............ efek seteguk luar biasa... kami para ranger mau pingsan rasanya.. lalu dia terbahak sambil sesenggukan.. aku berkata "dasar kau ma. kk cemas nian tau dak.. kk cari cangkir terbesar dirumah kakak, demi ima, taunyo cuma airmata buaya... jijayyyyyy...."
xxx

kisah cinta memang tak pernah habis untuk di bahas, dan selalu menarik untuk di simak, aku menulis catatan ini, mengingat banyak hal yang telah terjadi akhir-akhir ini, aku merenungi, semua yang terjadi, di dalam geng kapak. episode kali ini tentang cinta...

maaf ku tulis kisah cintamu, bukan berarti aku menggembar-gemborkan kehidupan pribadimu, tapi ku ingin setiap kita belajar, belajar memaknai, setiap peristiwa yang terjadi di sekitar kita, pada intinya mengajarkan sesuatu. ending itu kadang berakhir sesuai harapan tapi terkadang berahir sesuai dengan yang Allah rencanakan, tinggal kita mau menerima dengan baik atau sebaliknya. tapi semua mengajarkan tentang kekuatan doa, ku saksikan betapa kuat munajatmu kepadaNya, ku saksikan betapa kuat kasih sayangmu kepada keluarga, ah keshalihanmu kepada keluarga begitu membuatku kagum, kadang orang melupakan apapun ketika ia jatuh cinta, bahkan keluarga yang sudah tentu sangat mencintainya. semua tak di pedulikan, tapi engkau meski terluka tetap memilih cinta yang kau anggap harus di pertahankan yaitu keluargamu, ah hidup memang pilihan. karena kebaikanmu pula lah meluluhkan hati keluarga mu, dan akhirnya hepi ending juga, sesuai dengan yang diharapkan bahkan jauh lebih indah dari yang engkau rencanakan...

ah.. sebentar rasanya padahal sudah dua bulan berlalu, hari ini ku tulis ceritamu sebenarnya karena aku terlalu rindu saat bersama dengan kalian, adalah kebiasaan buatku berbagi apapun dengan kalian, para ranger.


selamat ya ranger merah.. terima kasih telah mengajarkan sesuatu..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Baru yang Sempat Viral Menggunakan Sentuhan modern dan Sulit dipalsukan

Halo teman-teman,  Pernah dengar tentang UPK 75 belum? Oke saya kasih clue sedikit ya, setuju! Tahun 2020 silam, teman-teman di media sosial pada heboh ya meng- update foto uang Rp 75.000; beberapa teman dekat saya pun melakukannya, tapi pada saat itu saya tidak tertarik untuk mengulas lebih lanjut, karena apa? Saya hanya menganggap sesuatu yang viral itu tidak harus latah untuk diikuti. Yap udah bisa menebak ya, saya sedang membicarakan apa? Ya benar saya sedang membicarakan  uang yang diproduksi khusus oleh pemerintah untuk memperingati (commemorative) peringatan kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang kemudian disingkat menjadi UPK 75. Sebagai masyarakat awam, saat itu saya memang mencari tahu sedikit informasi, mengapa pemerintah mengeluarkan uang tersebut, hanya membaca sekilas saya mengambil kesimpulan bahwa uang 75 ribu rupiah yang dikeluarkan pemerintah tersebut (lebih) untuk tujuan koleksi. Alasan saya juga diperkuat setelah melihat perilaku teman-teman yang berhasil

Membuat pizza enak, murah, cocok di lidah orang Indonesia dan Anti Gagal (bahan-bahan yang digunakan dalam bahasa Jerman)

Pagi.. Entah bagaimana caranya supaya sarapan pagi bisa lebih variatif, bosan banget tiap hari makan roti tawar dengan olesan marmalade, atau nuttela, atau nasi goreng. Aku yang tinggal di Jerman ini, tentu lebih pusing sedikit, sepertinya budaya Jajan dan beli sarapan pagi sudah lama aku tinggalkan, semua makanan yang di inginkan harus dibuat sendiri. Ada banyak faktor untuk tidak membeli Jajan, pertama faktor kehalalan, kedua faktor mahal, ketiga rasa yang kadang tidak  sesuai dengan lidah orang Asia. Terpaksa jadi berguru dengan cookpad dan youtube, lalu menyesuaikan dengan ingredient yang ada. Berkali-kali gagal, berkali-kali buang adonan, berkali-kali juga harus mencoba, akhirnya aku menemukan resep yang pas, cepat dibuat, bahannya simpel, dan enak. Sekarang aku mau membagi resep pizza anti gagal dan membuat dough pizza tanpa harus lama, hanya 10 menit bisa membuat pizza tuna mehl, cocok untuk sarapan pagi yang super buru buru. Mari kita coba! Bahan-bahan (ingredient) dought pizza

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,  hamparan putih beterbangan memenuhi ruang mata. Kadang hujan