Langsung ke konten utama

Review Film Manusia Setengah Salmon Karya Raditya Dika



Well... baru sempat nulis nih, padahal dah niat menulis beberapa waktu lalu, baru kesampaian hari ini, waktu yang berubah begitu cepat, tiba-tiba sore, malam, pagi menjelang lagi, beraktifitas, bergumul dengan tugas-tugas, yang banyaknya melebihi jatah jumlah detik waktu sehari semalam, jadi untuk menyempatkan diri menulis seperti ini, aku perlu strategi khusus meluangkan waktu, menyiapkan secangkir kopi lalu ide-ide itu bermunculan untuk ku tulis di keybord leptop ini, ah menyenangkan yang lain mulai menghilang tak terasa berlalu saja di sampingku di depanku, semua kejadian, aktifitas, suara, diskusi alot guru-guru dan suara tv di ruang guru yang mengalunpun tak lagi menarik untuk ku simak yupp.. aku tlah tenggelam merasa memiliki duniaku, tak ingin di usik.

"Manusia Setengah Salmon" 

Aku berusaha menebak-nebak alur cerita dalam film itu, salmon yang ku tau adalah ikan yang dagingnya merah, en katanya enak banget he he sering banget ku dengar menjadi menu andalan restoran Jepang, but salmon itu ikan paling unik sob, salmon adalah ikan laut yang saat bertelur dia harus menemukan air tawar, ingat sob, menemukan air tawar hanya untuk keperluan bertelur saja setelah keperluan bertelurnya kelar si salmon akan kembali ke laut luas, meninggalkan telur-telurnya yang secara alami akan menetas sendiri, (wew dari orok tu ikan ga pernah diurus apalagi melihat emak en bapaknya mungkin bagi sebagian orang yang hanya sekilas mata memandang dan tanpa mengkaji lebih dalam, tentu menyedihkan banget nasib si salmon ya sob he he aku juga berfikir demikian but lama-lama aku ngerti juga.

Hidup dan nasib selalu mengajarkan kita akan sesuatu sesuatu yang jauh lebih hebat dari yang kita inginkan sebagai manusia, kamu tau sob hanya salmon terhebat yang dapat kembali lagi ke laut, memulai perjalanan dari bayi salmon, menantang arus bahkan mereka akan melompati air terjun yang arusnya deras sekalipun dan tinggi sekali pastinya tidak pernah lelah si salmon kecil untuk terus mencoba, mencoba dan terus mencoba, hingga akhirnya laut lepas tlah di temuinya sebagai tempat untuk mengapung tenang) hebatkan semua bisa terkagum.

Balik lagi ke film yang di tulis langsung oleh Raditya Dika yang juga aktor utama dalam film ini sob, menurutku manusia setengah salmon ini menarik sekali untuk di tonton, menyegarkan, terutama bagi orang-orang yang sulit untuk move on, tidak bisa beranjak dari waktu ke waktu masih mengharapkan hal yang sama = masa lalu. kenyamanan tempat di masa lalu, kehadiran orang-orang spesial di masa lalu, ingat sob.. Hanya masa lalu yang jaraknya paling jauh dari kehidupan kita sob.. di film ini, (mungkin) akan mengajak kita perlahan untuk menerima kehidupan yang baru, ya kehidupan kita sekarang, yang tentunya jauh lebih penting, karna kehidupan kita sekaranglah yang kita miliki, meski awalnya sulit banget yah beradaptasi terhadap perubahan, harus belajar lagi, banyak yang harus di sesuaikan, terkadang kita slalu terjebak.

Kita sering kali  tanpa sadar melakukan hal ini sob.. that's right... "membandingkan" padahal kata ini hal yang paling mendasar harus di hindari dari kehidupan kita sekarang sob.. but otak kita kayaknya udah mempunyai tombol kebiasaan untuk selalu melakukan hal itu ya sob... kebiasaan membandingkan masa lalu dan masa sekarang, hasilnya seringkali kita terjebak, membingungkan... dan well.. jadi lebih rumitkan.. hem.. 

Meski pada awalnya saya agak boring nonton film ini, beda banget dengan "Cinta Dalam Kardusnya" yang telah lebih dulu saya lahap, dari awal udah membuat saya terpingkal pingkal, menarik banget, dan di kemas dengan beda dari film-film indonesia yang lain, Raditya Dika menurut saya berani (banget) berkreasi menjual cerita lucu yang kelak di akhir cerita akan membuat kita "mengerti" bahkan berfikir sambil manggut-manggut,, (khasnya tulisan dan filmnya) hebatnya Raditya Dika mampu "mengambil hikmah dari kehidupan sederhana, rutinitas dan mungkin kejadian tak penting yang hampir di alami oleh banyak orang, yang mungkin jarang banget kita sadari sob.. Namun semakin mengalir semakin mengerti deh saya bilang alur cerita nya lebih padat dan berisi namun tetap disaji dengan konyol, (dan maaf) kadang tampang begonya Radit secara natural tampil apa adanya seperti saat adegan si dika (panggilan Raditya dika di film tersebut) duduk-duduk di pinggir jalan (lebih tepatnya parkiran) bersama seorang temannya, abis main futsal... terus ada cewek cantik (kimberly rider) yang mau pergi bareng mobilnya di parkiran, yap.. yang namanya cowok kalo lihat cewek apalagi cantik.. hadeh otaknya beraksi, well meskipun keliatannya terpaksa untuk menerima tantangan temennya agar bisa kenalan dengan si cewek, dika maju juga buat cari cara kenalan dengan si cewek, tau gak sob.. idenya konyol banget.... si dika mendadak baik banget.. dengan tulus ikhlas dika menyulap diri membantu si cewek menjelmakan diri menjadi tukang parkir tu mobil si cewek.. (ngakak.. kirain ngajak kenalan gitu) he he 

Film ini berawal saat sang mama nya si dika pengen pindah en menjual rumahnya yang menurut dika udah sangat nyaman untuk di huni, alasan mama si pengen menghabiskan masa tua dengan tempat yang nyaman versi orang tua tentunya sob, butuh ketenangan, dan rumah yang sekarang tidak memenuhi kualifikasi sebagai rumah yang tenang dan nyaman menurut mamanya dika, terlalu sumpek dan sempit juga makin menambah alasan tentunya, mencari rumah yang nyaman bukannya mudah, ada begitu banyaaaaaakkkk pilihan, ada begitu banyak rumah yang di kunjungi, tentu juga memilih dengan chemistry atau yang "klik" dihati pasti rada susah... layaknya jodoh kali ya, pikirin deh sob yang cantik banyak, yang baik banyak, yang sholeh banyak yang ganteng juga banyak.. trus kenapa ga bisa memutuskan untuk menikah... karena terlalu banyak kata "menyesuaikan" dalam suatu hubungan kan? sehingga tombol "klik" nya ga rela untuk di "on" kan..

Well setiap orang memiliki masa lalu, pun saya.. rasanya untuk beranjak dari masa lalu, kita selalu enggan! terlalu lama melihat pintu yang tlah tertutup itu, terlalu malas untuk membuka pintu yang baru, padahal sadar atau tidak semua peristiwa di muka bumi allah ini selalu memiliki satu kata.. yup "masa berlaku" kalo masa berlaku nya sudah habis mau nangis bombay kayak gimanapun tetep itu barang ga bisa buat kita lagi sob... di buang sayang... ga dibuang basi... jawabannya yap... di buang mesti ya...

Nah di film ini, uniknya saya menikmati setiap proses "pencarian" rumah baru buat sang mama, mulai dari ketemu rumah sederhana, angker, horor sampe rumah yang gedeeeee tapi serem, lalu akhirnya ketemu rumah yang menurut hemat saya ga cocok buat di bilang rumah yang bisa bikin nyaman buat hari tua, gambaran rumah nyaman buat saya versi orang tua itu rumah yang berada di pinggir kota, adem, jarang penduduknya sehingga ga berisik, asri jauh dari polusi, but.. yang di temukan malah nuansanya sama dengan rumah "sebelumnya" rumah di komplek tanpa pagar, berisik (kebayangkan gimana tetangga komplek berisiknya minta ampun) hi hi mama si dika buat saya bener-bener aneh... but itulah uniknya selera yang membuat kita tanpa sadar "mengiyakan" tombol "klik" buat hati kita, memilih tanpa sadar seperti dihipnotis, iya iya aja padahal kurangnya banyak.

Nah... gimana si dika pria jomblo yang berusaha membuka hati pasca hubungannya tidak bisa di selamatkan dengan sang mantan (ups saya lupa nama si cewek itu) , dika sulit sekali buat move on dia selalu membandingkan semua  standar cewek keren itu ya minimal sama kayak mantannya, lupa kalo bagian yang penting adalah "membuka hati" membuka hati itu artinya menutup semua pintu untuk masa lalu, apapun itu titik. lalu membuka pintu baru yang tentu berbeda.. sangat berbeda dan tentu perlu penyesuaian, perlu strategi, perlu belajar lagi dari awal,,, mulai lagi mulai lagi... barang kali kita terlalu menutup diri untuk "menerima" bahwa "kekurangan" adalah keistimewaan pasangan kita yang tidak mungkin dimiliki oleh mantan kita... aih (macam pernah pacaran je saya bercerita pelem sob)

cukup bagus dan kaya akan makna.

jangan lupa becanda dan senyum hari ini


#ceritaceritafilm
#reviewfilm

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Baru yang Sempat Viral Menggunakan Sentuhan modern dan Sulit dipalsukan

Halo teman-teman,  Pernah dengar tentang UPK 75 belum? Oke saya kasih clue sedikit ya, setuju! Tahun 2020 silam, teman-teman di media sosial pada heboh ya meng- update foto uang Rp 75.000; beberapa teman dekat saya pun melakukannya, tapi pada saat itu saya tidak tertarik untuk mengulas lebih lanjut, karena apa? Saya hanya menganggap sesuatu yang viral itu tidak harus latah untuk diikuti. Yap udah bisa menebak ya, saya sedang membicarakan apa? Ya benar saya sedang membicarakan  uang yang diproduksi khusus oleh pemerintah untuk memperingati (commemorative) peringatan kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang kemudian disingkat menjadi UPK 75. Sebagai masyarakat awam, saat itu saya memang mencari tahu sedikit informasi, mengapa pemerintah mengeluarkan uang tersebut, hanya membaca sekilas saya mengambil kesimpulan bahwa uang 75 ribu rupiah yang dikeluarkan pemerintah tersebut (lebih) untuk tujuan koleksi. Alasan saya juga diperkuat setelah melihat perilaku teman-teman yang berhasil

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,  hamparan putih beterbangan memenuhi ruang mata. Kadang hujan