Langsung ke konten utama

The Power Of Emak

Jemari tangannya sudah mengurat tua, terlihat kaku kasar dan kusam. Kepala ku sering di elus oleh tangan itu saat aku pusing, perutku sering di oles minyak kayu putih, dan punggungku sering di kerok saat aku sedang meriang. Ajaib... Apapun yang disentuh tangan itu sembuh hanya beberapa menit aku terbangun. 

Saat wajahku tidak secerah biasanya, aku tau wajah didepanku pasti tau, airmuka ku bisa dibaca olehnya hanya sepintas saja, nada bicaraku yang mungkin terlihat baik-baik saja dia tahu sangat tahu jika aku sedang bersembunyi dari kesedihan. 

Dia adalah tempat kembali saat keterpurukan menghampiri, gundah, lelah, dan disaat semua kebencian di dunia ini mengarah padaku. 

Setiap menyebut namanya ditempat yang jauh ini ada tetes kerinduan yang tiada tara semoga Allah menjagamu selalu wahai :

Emak.

Komentar

  1. MasyaAllah, selalu ya Emak tuh memahami apa yang kita rasakan walau kita hny diam ... Salam kenal dari Dewi Adikara di Sidoarjo:)

    BalasHapus
  2. Salam kenal mba dewi. Senang sekali sudah mampir di blog saya.. Semoga orang tua kita sehat selalu ya.. Aminn

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Baru yang Sempat Viral Menggunakan Sentuhan modern dan Sulit dipalsukan

Halo teman-teman,  Pernah dengar tentang UPK 75 belum? Oke saya kasih clue sedikit ya, setuju! Tahun 2020 silam, teman-teman di media sosial pada heboh ya meng- update foto uang Rp 75.000; beberapa teman dekat saya pun melakukannya, tapi pada saat itu saya tidak tertarik untuk mengulas lebih lanjut, karena apa? Saya hanya menganggap sesuatu yang viral itu tidak harus latah untuk diikuti. Yap udah bisa menebak ya, saya sedang membicarakan apa? Ya benar saya sedang membicarakan  uang yang diproduksi khusus oleh pemerintah untuk memperingati (commemorative) peringatan kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang kemudian disingkat menjadi UPK 75. Sebagai masyarakat awam, saat itu saya memang mencari tahu sedikit informasi, mengapa pemerintah mengeluarkan uang tersebut, hanya membaca sekilas saya mengambil kesimpulan bahwa uang 75 ribu rupiah yang dikeluarkan pemerintah tersebut (lebih) untuk tujuan koleksi. Alasan saya juga diperkuat setelah melihat perilaku teman-teman yang berhasil

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,  hamparan putih beterbangan memenuhi ruang mata. Kadang hujan

Review Film Manusia Setengah Salmon Karya Raditya Dika

Well... baru sempat nulis nih, padahal dah niat menulis beberapa waktu lalu, baru kesampaian hari ini, waktu yang berubah begitu cepat, tiba-tiba sore, malam, pagi menjelang lagi, beraktifitas, bergumul dengan tugas-tugas, yang banyaknya melebihi jatah jumlah detik waktu sehari semalam, jadi untuk menyempatkan diri menulis seperti ini, aku perlu strategi khusus meluangkan waktu, menyiapkan secangkir kopi lalu ide-ide itu bermunculan untuk ku tulis di keybord leptop ini, ah menyenangkan yang lain mulai menghilang tak terasa berlalu saja di sampingku di depanku, semua kejadian, aktifitas, suara, diskusi alot guru-guru dan suara tv di ruang guru yang mengalunpun tak lagi menarik untuk ku simak yupp.. aku tlah tenggelam merasa memiliki duniaku, tak ingin di usik. "Manusia Setengah Salmon"  Aku berusaha menebak-nebak alur cerita dalam film itu, salmon yang ku tau adalah ikan yang dagingnya merah, en katanya enak banget he he sering banget ku dengar menjadi menu andalan restoran J