Langsung ke konten utama

Perbedaan kopi Robusta dan kopi Arabika

Pagi...

bahas kopik la kita ya He he..

Seberapa berat kamu meminum kopi?

Saya minum kopi dari kecil, umur 9 tahunan gitu deh agak lupa, pernah di rawat di rumah sakit gegara sering "nyuri" minum kopi bapak di atas meja, kopi bapak legend. Takarannya pun masih ingat, 1 banding 1 (ukuran sendok makan ya), dengan ukuran gelas sekitar 120 ml, air harus panas mendidih, kopi tak boleh ada yang lain selain merek AAA, orang Jambi pasti paham, kopi yang di produksi oleh PT Nefo ini, diproduksi di tengah kota Jambi dari tahun 1966 masih jadi kopi terbaik di Jambi hingga hari ini.

Kopi AAA terkenal wangi dan rasanya memang ga pasaran, konon jenis kopi nya adalah jenis kopi exelsa, negeri asalnya dari Afrika Barat, pohonnya di Afrika bisa tumbuh sampai 6 meter, kopi ini dulunya dibawa sama Belanda buat ditanam di Indonesia karna kopi di Indonesia lagi kena hama dan penyakit tanaman, nah kolonial mendatangkan kopi ini pada abad ke 19, kopi exelsa ini jenis kopi Robusta, atau bisa di sederhanakan kopi yang tumbuh di dataran rendah, menurut pembagian iklim berdasarkan relief permukaan bumi ketinggian tempat 200 meter dari permukaan laut (Mpdpl) bisa di kategorikan dataran rendah, biasanya suhunya lebih panas, sekitar 27-30 derajat celcius, kopi Robusta cenderung agak pahit dan tajam karena kandungan kafeinnya 2 kali lipat lebih tinggi dari kopi jenis arabika, tapi efek lain dari kafein adalah wanginya juga lebih tajam menggoda dan aduhaiii....




Nah, Kopi arabika kebalikannya kawan, biasa disebut kopi orang kaya, he he karena harganya lebih mahal dari kopi jenis robusta, arabika lebih mahal karna lebih smooth kafeinnya, berasa asam di lidah setelah di minum, wangi dan rasanya lebih "creamy" Bahasa gaulnya lebih nyenengin lidah lah he he, biasanya jenis arabika ini kalo di warung kopi ada jenis arabika aceh gayo, arabika sidikalang, arabika toraja kolasi, semua berasal dari dataran tinggi indonesia, ada juga arabika dari Kerinci dan Jangkat di Jambi..

Kopi arabika dan kopi robusta sama sama enak pagi peminumnya...

Nah kalo jenis kopi Capucino itu apa?

Jadi gini.. Kopi kan bahan bakunya.. Hasil jadi minumannya ya banyak... Ada capucino, latte, machiato,mokacino, v60, espreso, luwak, dll

Capucino itu kopi adopsi dari luar.. Negara asalnya italia, kopi cair hitam ( espreso) dicampur susu cair, trus ada foamnya (busa) biasanya dicampur taburan kulit manis ini versi italia, ada juga ditaburi taburan coklat,

Ada juga kopi latte : latte itu bedanya sama capucino late banyakan susu, capucino kopinya lebih strong, latte bisa dari bahan apa aja, bisa matca (teh hijau), dll

Ada juga vietnam drip : ini kopi favorit ane he he.. Itu lo.. kopi yang ngebunuh mirna, tau kan jesicaa? Tau lah ya... Harus tau pokoknya😁, kopi vietnam ini Kata lain dari kopi di campur susu kental manis ha ha... Kopi susu gais.. Kopi susu... Cumaaaa.... Cara buatnya pake alat khusus ditetesin gitu... Jadi pas dia netes netes seru nunggunya he he..

Es kopi Vietnam. salah satu menu di 
Hello Sapa CAffe Jambi. Pict. By.Dayang astuti.

Nah kalo mau lebih strong alias kuat ngopinya... Ada juga tipe espreso, biasanya digelas kecil, pahiiit gais.. Benar benar pahit, ga pake gula sama sekali, untuk penawar rasa pahit kopi shop tertentu memberi minuman khusus penawar rasa pahit setelah minum espreso tadi..

Bagi ku peminum kopi espreso itu agak gila😁, kisah hidupnya lebih pahit dari kopi itu kali ya... Jelas jelas pahit, Masih banyak yang minum..

Sekali lagi, soal Selera bukan hal yang bisa diperdebatkan.

Ha ha pada akhirnya kita hanya membedakan 2 jenis kopi kan?

Ya...

Kopi enak dan kopi tak enak.. 😁

Selamat minum kopi Pagi...


#ditulissaatsedangmenyeruputkopi

#aplotpertama di Tumblr 


jangan lupa mampir ke akun Dayang astuti yang lain oke

Instagram : Dayang astuti

Fb : Dayang astuti umi abid

Tumblr : Dayangastutismile


Komentar

  1. Kalo aku memang paling seneng kopi Vietnam asli dari sana, pake Vietnam drip. Citarasa kopi vietnam yang ada menteganya itu bikin kangen mlulu.. uhuhuhuhu.

    BalasHapus
  2. Kopi emang bikin nagih mas..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Baru yang Sempat Viral Menggunakan Sentuhan modern dan Sulit dipalsukan

Halo teman-teman,  Pernah dengar tentang UPK 75 belum? Oke saya kasih clue sedikit ya, setuju! Tahun 2020 silam, teman-teman di media sosial pada heboh ya meng- update foto uang Rp 75.000; beberapa teman dekat saya pun melakukannya, tapi pada saat itu saya tidak tertarik untuk mengulas lebih lanjut, karena apa? Saya hanya menganggap sesuatu yang viral itu tidak harus latah untuk diikuti. Yap udah bisa menebak ya, saya sedang membicarakan apa? Ya benar saya sedang membicarakan  uang yang diproduksi khusus oleh pemerintah untuk memperingati (commemorative) peringatan kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang kemudian disingkat menjadi UPK 75. Sebagai masyarakat awam, saat itu saya memang mencari tahu sedikit informasi, mengapa pemerintah mengeluarkan uang tersebut, hanya membaca sekilas saya mengambil kesimpulan bahwa uang 75 ribu rupiah yang dikeluarkan pemerintah tersebut (lebih) untuk tujuan koleksi. Alasan saya juga diperkuat setelah melihat perilaku teman-teman yang berhasil

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,  hamparan putih beterbangan memenuhi ruang mata. Kadang hujan

Review Film Manusia Setengah Salmon Karya Raditya Dika

Well... baru sempat nulis nih, padahal dah niat menulis beberapa waktu lalu, baru kesampaian hari ini, waktu yang berubah begitu cepat, tiba-tiba sore, malam, pagi menjelang lagi, beraktifitas, bergumul dengan tugas-tugas, yang banyaknya melebihi jatah jumlah detik waktu sehari semalam, jadi untuk menyempatkan diri menulis seperti ini, aku perlu strategi khusus meluangkan waktu, menyiapkan secangkir kopi lalu ide-ide itu bermunculan untuk ku tulis di keybord leptop ini, ah menyenangkan yang lain mulai menghilang tak terasa berlalu saja di sampingku di depanku, semua kejadian, aktifitas, suara, diskusi alot guru-guru dan suara tv di ruang guru yang mengalunpun tak lagi menarik untuk ku simak yupp.. aku tlah tenggelam merasa memiliki duniaku, tak ingin di usik. "Manusia Setengah Salmon"  Aku berusaha menebak-nebak alur cerita dalam film itu, salmon yang ku tau adalah ikan yang dagingnya merah, en katanya enak banget he he sering banget ku dengar menjadi menu andalan restoran J