Langsung ke konten utama

Tips dan trik Liburan Nyaman Membawa Anak-Anak Saat Pandemi


Musim panas tahun ini kami memutuskan untuk pergi liburan ke Hamburg, yeaay... Senang sekali. Akhirnya setelah hampir setahun di Jerman ga bisa kemana-mana, efek Lockdown. Berhubung angka Covid-19 menurun di Jerman. Nah... Sekarang adalah waktu terbaik untuk pergi liburan. 
   wahana permainan dan Bianglala, Hamburg-Jerman 2021


Kami bergerak menuju selatan dari tempat kami tinggal. Yup... Kami tinggal di Göttingen. Kota yang hampir setengah dari penduduknya adalah mahasiswa, penduduk lokal sangat ramah dan hidup berdampingan dengan damai dengan para pendatang dari Negara manapun, ku duga mereka sudah terbiasa hidup dengan para pendatang, ada yang statusnya imigran karena korban perang seperti negara Suriah.  konon, Jerman memang sangat ramah dengan negara-negara Timur Tengah, mungkin karena histori masa lalu mereka sesama Blok Timur. Ini hanya sangkaan aku saja sih. Skip aja he he.



Kereta Api Metronom, Hamburg-Jerman. 2021


Liburan dadakan yang kami lakukan bukan semata-mata tanpa planning, kami tetap mempelajari kota dan tempat tujuan dengan detail sebelum berangkat. Misalnya naik kereta apa, berhenti dimana, mempelajari pola stasiun dan aturan keberangkatan kereta api antar kota, nginap dimana dan kemana rute yang mesti dilewati, semua sudah harus ada di plan.  Kami memutuskan berangkat pada Minggu pagi naik kereta api Metronom, dengan pertimbangan bisa menikmati pemandangan selama perjalanan, kereta api Metronom lebih lambat dan lebih ekonomis dibandingkan kereta api cepat ICE (Intercity ekspress, konon merupakan kereta api tercepat ke- empat di dunia dengan kecepatan rata-rata 300 km/jam dari berbagai sumber)


Suasana dekat stasiun kereta api, Hamburg. Jerman 2021

Aku membaca dan menggali informasi bagaimana memanajemen emosi anak selama perjalanan dengan baik, aku telah membuktikan beberapa poin berikut yang menurutku sangat amat berhasil, it's work. Kamu boleh coba kok, yuk kita simak!

1. Cari Posisi Duduk dekat Jendela
 
Posisi duduk yang strategis menentukan kenyamanan loh, jika kamu naik kereta api tingkat seperti Metronom, pilih lantai dua, dengan posisi kursi berhadapan, dengan demikian anak-anak posisinya tetap terpantau dengan baik. Mereka dapat menatap wajah ayah ibunya selalu. Anak-anak selalu merasa save apabila memandang wajah kedua orang tua mereka, lalu pilihlah posisi dekat jendela,  apabila anak mulai bosan dengan mainannya kita bisa menunjukkan view di luar jendela yang selalu berubah, kemudian sambil memberi narasi yang menarik seputar perjalanan.  Apabila sudah bosan bisa ambil langkah kedua, keluarkan mainan. Sepanjang jalan saya dapat dengan leluasa menikmati pemandangan dan sesekali memotret view di luar jendela yang sangat memukau.


2. Mengendalikan anak-anak dengan mainan

Kunci agar anak-anak fokus menikmati perjalanan dan tidak tantrum selama perjalanan adalah beli beberapa mainan kesukaannya, ingat beli! kenapa beli, jika mainan hariannya dia mudah bosan. Keluarkan mainan satu persatu saja, saat dia mulai bosan, ambil mainan yang dia pegang, lalu keluarkan yang baru begitu terus, jadi dia merasa ada mainan baru terus. karena ada hal baru biasanya dia akan Fokus.
Menari dengan Mainan kesayangan, Bahnhof Hamburg. 2021


3. Pilih pakaian yang nyaman

Pakaian yang nyaman menentukan "mood" di jerman saat ini sedang musim panas, jadi harus milih pakaian yang tipis dan menyerap keringat, berbahan ringan dan tidak banyak asesoris, apalagi anak perempuan jika satu saja asesorisya hilang dia akan bad mood seharian dan akan selalu menangis, sampai asesorisnya ditemukan.

4. Camilan kesukaan
Sehari sebelum berangkat, aku membeli beberapa makanan kesukaan anak-anak untuk selama dalam perjalanan, anak-anak suka chips, susu coklat, coklat, kacang almon, pistacio, dan beberapa roti isi, jika anak mulai merengek aku buka satu camilan, intinya pengalihan rasa bosan, jadi jika anak mulai bosan saatnya mengeluarkan hal baru yang menarik perhatiannya.


5. Nonton Film kesukaan yang sudah di Download 
Ini jurus terakhir, apabila anak sudah agak sulit dikendalikan rasa bosannya di perjalanan, boleh menonton acara yang sudah di download oleh mom ya, acara yang dipilih kontennya sesuai yang kita mau, selain hemat kuota dalam perjalanan tanpa harus Streaming Youtube, tentu kita sudah tak khawatir dengan konten tontonan buat si kecil.
Kereta api Metronom, lantai 2. 2021

6. Jawab setiap tangisan dengan Solusi
Jangan keburu panik apalagi ikutan emosi saat anak merengek ya mom, jika kamu dengar anak mulai merengek usahakan cari penyebabnya dulu, Kenali beberapa tanda-tanda seperti : jika anak mulai memegang perut bagian bawah, biasanya dia mau pipis atau diaper-nya sudah tidak nyaman, minta ganti. apabila merengek dan tangannya sering pegang mulut biasanya lapar, segera keluarkan camilan. Apabila merengek dan duduknya sudah tidak tenang artinya dia bosan, keluarkan mainan. jika sudah bosan bermain keluarkan tontonan yang sudah disiapkan, atau jika mengantuk elus kepalanya dan atur posisi yang nyaman untuk si kecil agar segera tidur ya mom.


7. Patuhi Aturan Prokes 

    Bahnhof Hamburg, 2021  

Tips yang terakhir ini moms kita perlu latihan beberapa hari, latihan menggunakan masker dan mencuci tangan selalu, caranya edukasi mengapa harus menggunakan masker melalui film kartun tentang bakteri dan virus yang telah banyak tersebar di berbagai media, boleh juga dengan latihan menggunakan masker selama sepuluh menit di rumah, lalu meningkat lima belas menit, hingga anak menganggap masker bukan hal yang asing lagi di gunakan. 

Sekian tips dan trik liburan nyaman selama Pandemi dari saya. Semoga liburan moms dan keluarga tetap menyenangkan, semua bahagia dan yang pasti makna liburan untuk refresing benar-benar terkabulkan. Ammin.

Happy Liburan Moms.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Uang Baru yang Sempat Viral Menggunakan Sentuhan modern dan Sulit dipalsukan

Halo teman-teman,  Pernah dengar tentang UPK 75 belum? Oke saya kasih clue sedikit ya, setuju! Tahun 2020 silam, teman-teman di media sosial pada heboh ya meng- update foto uang Rp 75.000; beberapa teman dekat saya pun melakukannya, tapi pada saat itu saya tidak tertarik untuk mengulas lebih lanjut, karena apa? Saya hanya menganggap sesuatu yang viral itu tidak harus latah untuk diikuti. Yap udah bisa menebak ya, saya sedang membicarakan apa? Ya benar saya sedang membicarakan  uang yang diproduksi khusus oleh pemerintah untuk memperingati (commemorative) peringatan kemerdekaan 75 tahun kemerdekaan Indonesia yang kemudian disingkat menjadi UPK 75. Sebagai masyarakat awam, saat itu saya memang mencari tahu sedikit informasi, mengapa pemerintah mengeluarkan uang tersebut, hanya membaca sekilas saya mengambil kesimpulan bahwa uang 75 ribu rupiah yang dikeluarkan pemerintah tersebut (lebih) untuk tujuan koleksi. Alasan saya juga diperkuat setelah melihat perilaku teman-teman yang berhasil

Membuat pizza enak, murah, cocok di lidah orang Indonesia dan Anti Gagal (bahan-bahan yang digunakan dalam bahasa Jerman)

Pagi.. Entah bagaimana caranya supaya sarapan pagi bisa lebih variatif, bosan banget tiap hari makan roti tawar dengan olesan marmalade, atau nuttela, atau nasi goreng. Aku yang tinggal di Jerman ini, tentu lebih pusing sedikit, sepertinya budaya Jajan dan beli sarapan pagi sudah lama aku tinggalkan, semua makanan yang di inginkan harus dibuat sendiri. Ada banyak faktor untuk tidak membeli Jajan, pertama faktor kehalalan, kedua faktor mahal, ketiga rasa yang kadang tidak  sesuai dengan lidah orang Asia. Terpaksa jadi berguru dengan cookpad dan youtube, lalu menyesuaikan dengan ingredient yang ada. Berkali-kali gagal, berkali-kali buang adonan, berkali-kali juga harus mencoba, akhirnya aku menemukan resep yang pas, cepat dibuat, bahannya simpel, dan enak. Sekarang aku mau membagi resep pizza anti gagal dan membuat dough pizza tanpa harus lama, hanya 10 menit bisa membuat pizza tuna mehl, cocok untuk sarapan pagi yang super buru buru. Mari kita coba! Bahan-bahan (ingredient) dought pizza

Catatan Hati seorang Auslander (orang asing)

Seorang Auslander menoleh menatap jendela kaca Mendung menghias langit dengan sempurna angin bertiup kencang dengan riangnya pohon kepayahan  ranting berdaun kecil terombang ambing dihantam angin Menyambut  awal musim semi,  seolah menari  semua cabang dan ranting hampir bergerak  menuruti mau sang angin. Dari jendela kaca  mata ku enggan beranjak  melihat pertunjukan alam yang menakjubkan Bulan ke delapam di Negeri asing, menjadi orang asing di tanah asing Sendiri mengeja, tertatih dengan budaya beda mengumpulkan kepercayaan diri  mengumpulkan hangat  dari rasa sepi yang enggan untuk pergi Delapan bulan berkenalan  dengan alam yang angkuh untuk kulitku,  atau kulitku yang angkuh berkenalan dengan mereka entahlah, semua serba belum terbiasa Angin barat meniupkan hawa dingin selalu kadang sulit ditebak,  salju beterbangan seperti memasuki kebun kapas yang luas. Seperti sedang berada di sebuah padang dengan berjuta dandelion,  hamparan putih beterbangan memenuhi ruang mata. Kadang hujan